telah Tuhan ciptakan indera sebagai fasilitator kenampakan kekuasaan Tuhan itu sendiri. jangan berlarut dengan teologi, tanpa ia kembali kepada hakikatnya sebagai abdi. jangan berlarut dengan sains duniawi, tanpa ia kembali kepada hakikatnya sebagai pewaris amanah bumi. jangan berlarut dalam dinamika sosialita, politik, hukum, dan turunannya tanpa ia kembali kepada hakikatnya sebagai populasi umat Nabi. kita hanyalah titik-titik yang belum sempurna, yang harus diisi cepat. kadang juga kita adalah tanda tanya yang harus segera dijawab. kadang kita adalah tanda seru, sebagai pola pemerintahan nafsu.
Tuhan adalah benang merah antara psikologi yang privatif, sosiologi yang dinamis, biologi yang kompleks, fisika yang relatif, kimia yang konstruktif, matematika yang rasional, ekonomi yang konsumtif dan produktif, dan kompleksitas-kompleksitas lain sebagai buah pikir Ketuhanan manusia.
ah, sebut saja Tuhan itu satu yang mempersatukan dualisme, trialisme, dan polialisme duniawi dalam sebuah kesatuan energi Ketuhanan yang kekal.
setelah “warna warni pelangi, hanya hitam dan putih” kemudian hening. Sungguh Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan pasangannya.
menjadi sebuah organisma yang berada dalam kerumitan konsep-konsep Teoligis, bersandar pada realita keterbatasan manusia. oh, bahasamu Nak. sebuah spektrum dengan panjang gelombang tertentu yang mulai berada dalam sisa-sisa peradaban bersama manusia-manusia yang membawa arti masing-masing spektrum. aku bukan saya, kami, apalagi kamu. teori mekanika kuantum, apalah itu. bukan teori darwin yang kuperdebatkan, apalagi Laplace yang entah darimana asalnya berada dalam text book yang kepentingannya entah kapan terungkap dalam daftar materi kuliah yang harus saya pahami sekarang. bahasa menjadikan manusia berpikir atas sebuah bahasa. kata-kata yang entah sampai kapan ini berakhir. korteks otak, hipotalamus, dan kompartemen lain yang ingin berpikir saintifik.
spektrum dengan panjang gelombang kecil menghasilkan energi yang paling besar. entah yang tertulis diatas itu salah, mungkin saja benar. apa urusannya dengan teori August Weismann? mungkin ada. kedigdayaan-Mu tanpa batas. Engkau-lah yang Memiliki spektrum-spektrum itu. entah berdasarkan pemikiran manusia yang dangkal, entah berdasarkan manusia berdominasi otak kanan, entah manusia terbelenggu dengan konsep-konsep berfikir. hitam-putih, mejikuhibiniu, entah yang mana.
oke, hujan bulan Desember selalu muncul ketika jemari lelah menumpahkan sisa-sisa otak kedalam sebuah ratus halaman kematian yang konon mengecewakan banyak pihak dan menguntungkan sebagian pihak. mereka yang kertas dan tintanya terjual habis bisa dongkang kaki menikmati keuntungan. ironi, sampah kertas membumbung di sudut laboratorium dengan dalih ‘tradisi mata kuliah’ apalagi si pembuat yang harus meler merelakan leha-leha selesai ujian semester untuk berkunjung ke pasar malam dengan mengetik ratus halaman penderitaan. asik sih, tapi kok capenya melebihi asik.
hore, selesailah satu semester. sebulan tanpa laporan dan jam malam. salah besar. ketika sibuk memecahkan manajemen waktu kuliah sekarang pun masih bergelut dengan manajemen waktu liburan.
mana yang akan dipilih antara :
- menjadi bagian dari tim sepakbola medioker yang harus merelakan waktu ‘ngampung’nya dengan tetap stay di bandung ; latihan dalam rangka meningkatkan mutu permainan
- menjadi bagian perubahan daerah menjadi cyber-province ; melakukan monitoring sistem informasi dan komunikasi aparatur Pemerintahan Daerah Kabupaten ebagai mandat Dinas Komunikai dan Informasi Jawa Barat dalam rangka partisipasi nyata pembangunan daerah jawa barat
- menjadi bagian dari sebuah persaudaraan; merancang dan memfasilitasi adik kelas menuju PTN yang berkualitas; memperkenalkan semangat perjuangan menuju cita-cita
- menjadi sukarelawan yang peduli terhadap pembangunan daerah kelahiran; menyusun, merancang, berkelompok, bermufakat, menuju program-program positif yang dikemas dalam suatu Lembaga Swadaya Masyarakat yang butuh eksistensi, dukungan, dan kepercayaan diri; merintis dari nol hingga dua tahun berjalan
- menjadi anak baik yang menemani ibunya di rumah; yang entah semester depan bisa dilakukan setiap hari akibat jadwal perguruan tinggi yang padat dan melelahkan.
- menjadi seorang teman sejati sejawat; berlibur ke kesunyian dunia; refresh energi menyonsong semester depan yang lebih baik
semuanya harus dilakukan dalam rentang 22 desember 2011 - 23 januari 2012
komitmen itu non-partisi. dan komitmen itu prioritas. dan definisi komitmen itu masih kuragukan..
adalah realita;
dulu ketika lagu hardcore nyelip di memory card hand phone; berbagi informasi band indie bandung; merasa paling tahu dalam indialisme kota besar; padahal terkungkung di kampung miskin peradaban kaya sumber daya alam minim pengelola
dulu ketika kopi sore bersama kawan kawan dibawah hujan; selesai bermain bola; dan berkelahi antar suporter; merayakan kebengalan masa SMA bersama rokok, kopi, dan teman; segitiga persahabatan
dulu ketika distorsi gitar, dan dentuman bass-drum mengganggu jalanan lengang Kebon Kembang; Pak RW marah; kita tampil sok keren membawa doktrin untuk adik kelas; so’ Punk dan liberal
dulu ketika komputer yang satu kemudian menjadi banyak; merintis editing-printing menuju warnet-wargame; semacam ketercapaian mimpi; walau semua tahu tidak ada mutlak jalan lurus yang ditempuh manusia; apalagi manusia biasa jauh dari kesucian Nabi
dulu ketika senja menjelang membaca Al Quran bersama almarhum; salah satu role model kekuasaan Allah tentang kemuliaan ilmu; tanpa ada selesai; malah kenikmatan masa lalu tentang lapangan sepak bola tanpa sepatu diselesaikan hingga panggilan pulang, mandi, makan, dan sembahyang datang
dulu ketika waktu bergulir lambat; adegan slow motion kenikmatan keterbatasan; dengan gudang mimpi yang entah kapan tercapai; waktu bukan uang - waktu adalah hutang; ketika kita menyia-nyiakannya, entah ia datang kembali padahal harus kita ganti
dulu ketika siang hari di sudut kamar gelap; bersama koleksi foto masa lalu yang disembunyikan; sekarang entah kemana; hanya senyum kecil yang tersisa ketika melihatnya; sisanya adalah luka
dulu ketika berharganya 5000 rupiah untuk sebuah harga diri; Winning Eleven; bersama manusia amoral yang lebih bermartabat daripada tikus berdasi; mereka hanya mengambil kebahagiaan dari dalam dirinya saja untuk bertindak random; daripada tikus berdasi yang mengambil kebahagiaan orang lain, bahkan dirinya
ah, ini hanya random. masa lalu adalah masa lalu
masa kini adalah pekerjaan yang harus segera diselesaikan. untuk masa depan :)
untuk pulang.
aku ingin pulang; bukan hanya pulang
mengambil jejak jejak kenikmatan keterbatasan itu; kan kubagikan pada orang lain; orang orang luar biasa; mungkin kelak meneruskanku
tunggu aku pangalengan; aku pulang
walau beban ini belum selesai hingga datangnya hujan di bulan desember
mungkin lebih lama
October must be great (edition). Make a map like a treasure-hunting-map, killing me by the way, I haven’t finished yet!!!!!
SYUPEEER EX KADIV
Lelaki yang paling berpengaruh di dalam hidup saya setelah Muhammad SAW adalah beliau. :))
Lima tumbak meunang dikekempit. Najan tanah kas desa, loba titinggal carita. Baheula punglak huntu hiji, bati bangor. Baheula leungeun nyengsol, bati mijah. Ti jaman A-Ba-Ta-Tsa balelol nepi ngaji Bayyati. Mimiti nyaho tahlil, ceuceuleuweungan maca barjanji, ngaji Surat Ar-Ra’d pelatak peletuk asal beres. Yasin nu unggal peuting dibaca lila lila mah bosen. Astagfirulloh, kufur kula ka Gusti. Abong budak 14 taun teu nyaho nanaon. ngan mikir isuk ka sakola, jajan jeung barudak, ulin kamana karep. Di imah kolot jungkir balik kokosehan hayang nyisiran ge hese. Hampura Abah, ngan bisa nungkulan teu ceurik ceurik acan. Hulang huleng jiga nu linglung. Hampura can kaelmuan nyusun babantalan. Hampura teu kawasa maca harewos nalqinan. Hampura ngan bisa kumeclak, lain ngurebkeun cirining nganteurkeun akhir carita dunya.
Geus galurna.
cenah bungsu bangseot kabagean susu peot
cenah bungsu ngan meunang dedekna hungkul
lain harepan lain cita cita
moal kaduhung. kasampurnaan carita prosa Nu Maha Kawasa.
cita cita Abah baheula, nu teu katungkulan, geus aya galurna.
Iman Islam Ihsan sajatina cing aya dina galurna, ka hakekatna Gusti Allah Nu Maha Galur.
Sampai ketemu di pintu Surga, bersama orang-orang yang beriman dan beramal sholeh lainnya yang mendapat Ridho Allah SWT (Aamiin)
rebu nuhun, sadaya jenis puji anu opat kagungan Allah.